Lasem — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang menggelar upacara bendera pada Senin (6/4/2026) di hall indoor madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga madrasah dengan tertib dan khidmat.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MAN 2 Rembang, Dr. H. Akhmad Suhadak Solikin, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan penghijauan sebagai bagian dari komitmen madrasah Adiwiyata.

Dalam amanatnya, beliau mengingatkan bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap siswa diminta untuk menjaga kebersihan kelas, termasuk membersihkan cermin dan lingkungan sekitar kelas. Selain itu, program penghijauan juga menjadi perhatian, di mana setiap kelas memiliki tanaman yang harus disiram dan dirawat secara rutin.
“Semua warga madrasah harus saling menjaga kebersihan lingkungan agar tetap nyaman dan sehat,” tegasnya.
Selain itu, beliau juga menyampaikan filosofi pacul (cangkul) sebagai ajaran luhur Jawa yang sarat makna kehidupan. Pacul, yang terdiri dari dua bagian utama yaitu besi dan kayu, mengandung pesan mendalam tentang keseimbangan hidup.
Bagian doran (gagang) dimaknai sebagai aja nganti adoh marang Pengeran, yakni manusia tidak boleh jauh dari Tuhan. Sementara itu, bawak (besi) melambangkan obahing awak, bahwa hidup adalah proses bergerak dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Selanjutnya, landhep atau langkir menggambarkan pentingnya ketajaman berpikir. Siswa diharapkan mampu memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar dan mengembangkan diri. Adapun tandhing dimaknai sebagai semangat bertanding dalam kehidupan, yakni berjuang secara positif untuk meraih prestasi.
Lebih dalam, filosofi pacul juga mengajarkan berbagai hikmah kehidupan. Pacul digunakan untuk mengolah tanah yang keras menjadi lembut, sebagaimana madrasah menjadi tempat siswa menimba ilmu dan membentuk karakter. Selain itu, penggunaan dua tangan dalam memegang pacul melambangkan keseimbangan antara ilmu dan akhlak, serta antara kehidupan dunia dan akhirat.
Beliau juga menegaskan bahwa hidup membutuhkan dua hal utama, yaitu usaha dan doa. Filosofi pacul menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga oleh kedekatan kepada Tuhan.
Melalui amanat tersebut, diharapkan seluruh siswa MAN 2 Rembang mampu mengamalkan nilai-nilai Adiwiyata sekaligus filosofi kehidupan yang terkandung dalam pacul, sehingga terbentuk pribadi yang bersih, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Tinggalkan Komentar