Lasem – MAN 2 Rembang menggelar pembukaan Uji Kompetensi Tahfidz Program Unggulan Tahfidzul Quran pada Kamis (18/6/2026) pukul 07.30 WIB di aula madrasah. Kegiatan ini menjadi bagian evaluasi menjaga kualitas hafalan Al-Qur’an sekaligus upaya madrasah dalam membentuk karakter Qurani pada peserta didik.
Uji kompetensi tahfidz berlangsung selama dua hari, 18–19 Juni 2026, dengan diikuti oleh 64 murid. Sebanyak 38 murid kelas X mengikuti ujian pada hari pertama, sementara 26 murid kelas XI dijadwalkan mengikuti ujian pada Jumat (19/6/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 2 Rembang, Akhmad Suhadak Solikin. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa program tahfidz tidak semata-mata bertujuan mencetak murid yang mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu menjaga marwah dan kehormatan sebagai seorang hafiz.
Menurutnya, marwah penghafal Al-Qur’an dapat dijaga melalui niat yang ikhlas dalam menghafal, adab yang baik terhadap Al-Qur’an, serta istiqamah dalam melakukan murojaah atau mengulang hafalan. Selain itu, kedisiplinan dan tanggung jawab juga menjadi nilai penting yang harus melekat pada diri setiap penghafal Al-Qur’an.
“Penghafal Al-Qur’an harus mampu menjadi teladan di lingkungan madrasah maupun masyarakat. Budaya Al-Qur’an harus terus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Suhadak.
Ia menambahkan bahwa uji kompetensi tahfidz bukan sekadar sarana untuk mengukur capaian hafalan peserta didik, melainkan juga momentum untuk memperkuat komitmen mereka dalam menjaga, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Rembang terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan Program Unggulan Tahfidzul Quran sebagai wadah pembinaan generasi Qurani. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang selaras dengan ajaran Al-Qur’an.
Dengan adanya uji kompetensi ini, madrasah berharap para peserta didik semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas hafalan dan menjaga identitasnya sebagai penghafal Al-Qur’an yang mampu memberikan teladan positif bagi lingkungan sekitar. -yul/hud




Tinggalkan Komentar