Lasem — MAN 2 Rembang melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di hall indoor MAN 2 Rembang. Upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut diikuti oleh seluruh civitas akademika MAN 2 Rembang dan berlangsung dengan tertib serta khidmat.
Pembina upacara, Ibu Nurul Lailatul Fatimah, S.Pd., guru mata pelajaran Matematika MAN 2 Rembang, menyampaikan amanat dengan mengangkat tema filosofi segitiga sebagai metafora kehidupan. Melalui pendekatan reflektif, beliau mengajak peserta upacara untuk memaknai konsep matematika secara lebih luas dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam amanatnya, Ibu Nurul menyampaikan bahwa segitiga tidak hanya dipahami sebagai bangun datar dalam kajian matematika, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang mendalam.
“Menyelami makna segitiga tidak hanya sebatas pada konteks matematika geometris atau sekadar bangun datar. Segitiga telah menjadi acuan manusia dalam menjalani berbagai metafora kehidupan,” ujarnya.
Beliau menjelaskan bahwa segitiga memiliki tiga sudut yang saling terikat dan terhubung satu sama lain. Ketiga sisi tersebut mencerminkan keseimbangan hubungan yang harus dijaga oleh manusia dalam kehidupan.
Sisi pertama merefleksikan hubungan manusia sebagai hamba dengan Tuhan Sang Pencipta.
“Segala sesuatu dalam kehidupan bertumpu pada satu zat, yaitu Allah SWT, sebagai pusat dan tujuan utama kehidupan manusia,” jelasnya.
Sisi kedua menggambarkan hubungan manusia dengan sesama manusia yang harus dijalin melalui keterikatan batin dan pikiran agar tercipta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Manusia tidak dapat hidup sendiri. Hubungan dengan sesama harus dijaga agar terbangun kebersamaan, saling menghargai, dan keharmonisan, sebagaimana nasihat Nabi Muhammad saw yaitu sebagus bagusnya manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya” tambahnya.
Sementara itu, sisi ketiga merefleksikan hubungan manusia dengan alam semesta.
“Menjaga alam berarti menjaga amanah dari Allah SWT. Melalui kegiatan membersihkan lingkungan, menanam, menyiram, dan merawat tanaman, kita turut mewujudkan program Adiwiyata di madrasah,” pungkasnya.
Melalui amanat tersebut, peserta didik diharapkan mampu memahami pentingnya keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik MAN 2 Rembang.
Tinggalkan Komentar