LASEM – Ruang Ex-Podcast Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang menjadi saksi pentingnya penguatan kapasitas aparatur negara. Pada Rabu (06/05/2026), Badan Diklat Keagamaan (BDK) Semarang menggelar kegiatan bertajuk “Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Sharing Knowledge Pasca Latsar CPNS 2024” bagi para tunas muda Kementerian Agama di wilayah Kabupaten Rembang.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK yang telah dipelajari selama Pelatihan Dasar (Latsar) benar-benar terinternalisasi dan diimplementasikan dalam pelayanan sehari-hari. Sebanyak 12 orang peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias, terdiri dari 11 orang CPNS MAN 2 Rembang dan 1 orang CPNS dari KUA Lasem.
Kegiatan diawali dengan suasana khidmat menyelimuti ruangan saat seluruh peserta berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai pembuka acara. Semangat nasionalisme ini menjadi pengingat akan tanggung jawab besar yang kini diemban oleh para ASN baru tersebut.
Kepala Tata Usaha MAN 2 Rembang, Ibu Hj. Siti Asrofah, S.Pd., yang hadir mewakili Kepala Madrasah yang berhalangan hadir, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran pimpinan BDK Semarang di Madrasah tersebut. “Kami sangat bersyukur atas kunjungan ini. Kehadiran Bapak Kepala BDK tentu menjadi suntikan semangat bagi anak-anak kami, para CPNS baru. Kami berharap melalui momen ini, mereka mendapatkan bimbingan dan motivasi agar mampu beradaptasi serta memberikan kontribusi terbaik bagi madrasah dan kementerian,” ungkap beliau.
Sambutan kedua disampaikan oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang sekaligus Plt. Kasubag TU, H. Sumardi, M.Pd. Dalam arahannya yang lugas, beliau mengingatkan bahwa ASN muda adalah ujung tombak birokrasi masa depan. “ASN tidak boleh hanya sekadar bekerja rutinitas. Kalian adalah pemangku dan pelaksana kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, ASN muda harus memiliki mentalitas juara: harus berprestasi, kreatif, dan tidak boleh berhenti berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Sumardi.
Memasuki acara inti, Kepala BDK Semarang, H. Suyatno, Lc., M.Si., memimpin langsung sesi Monev dan Sharing Knowledge. Dengan gaya penyampaian yang inspiratif, beliau membedah peran vital ASN sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan, dan yang paling utama adalah sebagai pemersatu bangsa di tengah keberagaman Indonesia.

H. Suyatno menekankan empat pilar fundamental yang harus dijaga oleh para ASN formasi 2024.
“ASN harus memiliki 4 pilar penting dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Pertama karakter yang Kokoh. ASN wajib memiliki integritas, kedisiplinan, etos kerja keras, dan amanah dalam setiap titipan tugas. Kedua Profesionalitas. Setiap ASN wajib menguasai bidang tugasnya secara mendalam dan bekerja sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Ketiga Personal Branding. ASN diharapkan memiliki keunggulan kompetitif atau keahlian spesifik yang menjadi ciri khas dan nilai tambah bagi institusi. Yang Keempat Kredibilitas Tinggi. ASN harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat dan pimpinan melalui konsistensi antara perkataan dan perbuatan. Latsar hanyalah pintu masuk. Ujian sesungguhnya adalah saat kalian berada di lapangan. Jadilah ASN yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kematangan karakter,” pesan H. Suyatno, Lc. M.Si.
Acara yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh H. Dakwan. Doa dipanjatkan dengan penuh harapan agar seluruh peserta diberikan kekuatan dan keberkahan dalam menjalankan amanah sebagai abdi negara.
Melalui kegiatan Monev dan Sharing Knowledge ini, diharapkan para CPNS Kementerian Agama di Kabupaten Rembang tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban administratif, namun bertransformasi menjadi agen perubahan yang berprestasi, berdedikasi, dan membawa kemaslahatan bagi bangsa serta agama. Dengan semangat baru ini, MAN 2 Rembang dan KUA Lasem optimis akan hadirnya pelayanan publik yang lebih berkualitas dan modern.
Tinggalkan Komentar