Lasem – Dalam upaya mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas spiritual, keluarga besar MAN 2 Rembang kembali menggelar Pengajian Rutin pada Minggu (15/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Wahyu Prihatiningrum, Guru Matematika MAN 2 Rembang tersebut berlangsung penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan.
Acara dihadiri oleh Kepala MAN 2 Rembang, jajaran pimpinan, guru, tenaga kependidikan, beserta anggota keluarga masing-masing. Kehadiran seluruh keluarga besar madrasah semakin mempererat hubungan kekeluargaan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama MAN 2 Rembang.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Khotmil Al-Qur’an yang dipimpin Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Muslihul Afif. Dengan penuh kekhusyukan, tamu yang hadir bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk ikhtiar memohon keberkahan bagi keluarga tuan rumah maupun seluruh keluarga besar MAN 2 Rembang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH. Ahmad Muadib, Pengasuh Pondok Pesantren Kuttabul Banat Lasem. Doa tahlil dipanjatkan untuk para ahli kubur dari keluarga tuan rumah serta keluarga besar MAN 2 Rembang yang telah mendahului.
Kepala MAN 2 Rembang Akhmad Suhadak Solikin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan pengajian keluarga yang rutin digelar setiap empat bulan sekali. Menurutnya, kebersamaan dan kekompakan menjadi modal penting dalam membangun lembaga pendidikan yang maju dan berprestasi.
“Pengajian rutin ini merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga keharmonisan dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan madrasah. Ketika kebersamaan terjalin dengan baik, kerja sama akan semakin solid. Dari sinilah kita dapat bersama-sama membawa MAN 2 Rembang menjadi madrasah yang unggul, berprestasi, populis dan semakin dicintai masyarakat,” ujarnya.

Suasana semakin khidmat saat memasuki sesi tausiyah yang disampaikan oleh KH. Kurdi dari Rembang. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan besarnya keutamaan silaturahmi yang dipadukan dengan kegiatan tholabul ilmi sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
“Silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Ketika dipadukan dengan mengaji dan menuntut ilmu, maka menjadi amalan yang sangat luar biasa sebagai bekal terbaik dalam menghadap Allah SWT,” tutur KH. Kurdi.
Selain itu, beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan sisa hari di penghujung bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak istigfar dan amal saleh. Momentum tersebut dinilai sebagai kesempatan terbaik untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Muharram dengan hati yang lebih bersih dan penuh semangat hijrah menuju kebaikan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antarwarga madrasah. Melalui pengajian keluarga yang dilaksanakan secara rutin ini, diharapkan sinergi antara spiritualitas, kebersamaan, dan profesionalitas kerja di MAN 2 Rembang terus terjaga demi mewujudkan madrasah yang unggul dan berkarakter. –anam/hud
Tinggalkan Komentar