Berlangsung di aula madrasah, kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang sebagai pihak yang membawahi kegiatan adiwiyata di Kabupaten Rembang sebagai persiapan menuju sekolah adiwiyata nasional.
Hadir pada kesempatan tersebut Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Rembang, H. Sumardi, pengawas madrasah, Rudi Setiawan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang serta perwakilan 26 sekolah/madrasah se-Kabupaten Rembang.
Waka humas MAN 2 Rembang, Kusrin mewakili kepala madrasah dalam sambutannya mengapresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup dalam menyelenggarakan Bimtek CSAN. Ia berharap kegiatan ini bermanfaat bagi semua sekolah dan madrasah yang maju CSAN.
“Terimakasih telah mempercayakan kepada MAN 2 Rembang menjadi tuan rumah bimtek hari ini. Semoga sinergi antara Kemenag, DLH dan sekolah/madrasah dapat terus terjalin,” imbuhnya.

Sementara itu, Sumardi mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang bahwa di lingkungan madrasah sudah mulai diterapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Menurutnya, pendidikan tidak boleh berhenti pada transformatif saja, tapi juga cinta pada tuhan, sesama dan lingkungan hidup
“Menteri Agama telah menginisiasi ekoteologi sebagai upaya untuk melestarikan alam. Di lingkungan Kemenag Rembang juga dilakukan program MELATI, madrasah ekoteologi lestarikan alam tingkatkan iman. Dari 189 madrasah di Kabupaten Rembang, 50 persen sudah melaksanakan MELATI,” imbuhnya.
Setelah acara pembukaan dilaksanakan pemaparan materi bimtek dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang.

Tinggalkan Komentar