REMBANG. Perpustakaan Al Kautsar MAN 2 Rembang terus bertransformasi untuk menguatkan ekosistem akademis dan karya di lingkungan madrasah. Bertempat di Gedung SBSN Perpustakaan Lantai 2, kegiatan “Diskusi Kolaboratif & Workshop Literasi: Sinergi Pengelola Perpustakaan & Penggiat Literasi” sukses digelar pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala MAN 2 Rembang, Dr. Akhmad Suhadak S, S.Pd., M.Pd.I., Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana dan bidang Humas, pengelola Perpustakaan Al Kautsar, guru Bahasa Indonesia, serta jajaran Tim Laskar Perpustakaan.
Acara menghadirkan narasumber Arif Giyanto, S.E. (Praktisi Penerbitan, Editor, dan Direktur CV Karsa Pandiva Media) Jogjakarta.
Dalam pemaparannya, Arif membedah konsep Perpustakaan Madrasah Adimutu, yaitu transformasi perpustakaan sekolah menjadi perpustakaan khusus yang berfungsi sebagai daya dukung madrasah unggul.
“Hidup itu pada dasarnya adalah narasi. Maka, jika kita tidak menuliskan narasi kita sendiri, orang lain yang akan menuliskannya untuk kita. Perpustakaan Adimutu hadir untuk mengemas dan mengabadikan seluruh rekam jejak riset serta karya civitas akademika madrasah,” tegas Arif saat memaparkan materi bertajuk Membangun Research Corner & Ruang Karya Civitas MAN 2 Rembang.
Kepala MAN 2 Rembang, Akhmad Suhadak S., menyambut baik arah pengembangan literasi ini. Beliau menyampaikan dorongan kuat melalui program Madrasah Menulis.
Suhadak berkeinginan agar setiap civitas akademika, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan, memiliki wadah dan pendampingan nyata untuk melahirkan karya tulis ber-ISBN serta publikasi ilmiah secara berkelanjutan.
Sesi diskusi interaktif berlangsung gayeng dan penuh gagasan kreatif. A. Muslih, sebagai Wakil Kepala Bidang Sarpras, mengawali wacana inspiratif dengan mengusulkan agar Perpustakaan Al Kautsar memelopori penyusunan buku profil dan sejarah perjalanan madrasah yang dikemas secara naratif dan dokumentatif.
Menanggapi hal tersebut, Khoirul Anam, sebagai Kepala Perpustakaan Al Kautsar menyambut dengan antusias dan gembira. Ia menyatakan kesiapan perpustakaan untuk bertransformasi dari sekadar ruang baca pasif menjadi agensi kepenulisan, laboratorium riset, serta penyedia ruang koleksi privat khusus karya civitas akademika MAN 2 Rembang.
Melalui sinergi antara manajemen madrasah, tim pengelola perpustakaan, guru, dan Laskar Perpustakaan, MAN 2 Rembang optimistis dapat mewujudkan ekosistem Madrasah Unggul dan Berkarya berbasis literasi digital dan penelitian.(Dic/Anm)
Tinggalkan Komentar